Sabtu, 03 Maret 2012

Laporan Bulk Density

Laporan Bulk Density


PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Tanah adalah campuran butir-butir dari berbagai ukuran dan bahwa ada hubungan yang erat antara penyebaran besar butir dan sifat tanah. Para ahli menyatakan berat tanah dalam istilah kerapatan butir-butir yang menyusun tanah. Biasanya ditetapkan sebagai massa atau berat satuan solum tanah padat dan disebut kerapatan butir. Dalam sistem metrik kerapatan butir biasanya dinyatakan dengan istilah gram persentimeter kubik. Jadi, satu sentimeter kubik tanah padat beratnya 2,6 gram kerapatan butir ialah 2,6 gram persentimeter kubik.
Meskipun terdapat kisaran besar dalam kisaran kerapatan mineral tanah, gambaran untuk kebanyakan tanah mineral biasanya bervariasi antara batas yang sempit yaitu antara 2,60 sampai 2,75 gram persentimeter kubik.
Nilai berat suatu tanah digunakan secara luas. Ini diperlukan untuk konversi prosentase air dalam berat ke kandungan air volume untuk menghitung porositas jika berat jenis partikelnya diketahui dan untuk memperkirakan berat dari volume tanah yang sangat besar.Nilai berat suatu tanah berbeda-beda tergantung kondisi struktur tanahnya, terutama dikaitkan dengan pemadatan. Oleh karena itu, berat isi sering digunakan sebagai ukuran struktur tanah.
Berat jenis partikel dari suatu tanah memperlihatkan kerapatan dari partikel secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan sebagai perbandingan massa total dari partikel padatan dengan total volume dan tidak termasuk ruang pori diantara partikel (termasuk berat air dan udara). Besarnya berat jenis partikel bahan organik umumnya berkisar antara 1,3 sampai 1,5 gram persentimeter kubik.
Berat tanah dapat diukur dengan metode silinder, clod, boring, dan radioaktif(sinar gamma). Metode silinder sangat mudah dan sederhana seta praktis untuk tanah- tanah yang tidak bersifat mengembang mengerut. Tetapi sebaliknya pada tanah yang bersifat mengembang mengerut digunakan metode clod. Sedangkan metode boring dan radioaktif biasanya digunakan secara langsung dilapangan.
1.2. Tujuan dan Kegunaan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan dapat menentukan besarnya berat isi dan berat jenis suatu tanah secara benar dengan menggunakan teknik penetapan berat isi tanah. Serta membuktikan bahwa banyaknya pori mempengaruhi berat tanah selain butir-butir partikel tanah.
Manfaat dari pengamatan ini agar Praktikan dapat memperkirakan berat jenis dan berat isi suatu tanah karena berat jenis dan partikel tanah penting dalam penentuan laju sedimentasi, pergerakan partikel tanah oleh air dan angin, serta perhitungan ruang pori dalam tanah bila berat jenis tanah sudah diketahui.Berat isi tanah merupakan salah satu sifat fisik tanah yang sering ditetapkan karena berkaitan erat dengan perhitungan penetapan sifat-sifat fisik tanah lainnya, seperti retensi air (pF), ruang pori total (RPT), coefficient of linierextensibility(COLE), dan kadar air tanah. Data sifat-sifat fisik tanah tersebut diperlukan dalam perhitungan penambahan kebutuhan air, pupuk, kapur, dan pembenah tanah pada satuan luas tanah sampai kedalaman tertentu.(Anomin 1, 2011)

II.TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Bulk density
            Bulk density ( berat isi ) adalah perbandingan berat tanah kering dengan suatu volume tanah termasuk volume pori-pori tanah, umunya dinyatakan dalam gram/cm3.
            Besaran ini menyatakan bobot tanah, yaitu padatan air persatuan isi. Yang paling sering di pakai adalah bobot isi kering yang umumnya disebut bobot isi saja. Nilai bobot isi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengolahan tanah, bahan organik, pemadatan alat-alat pertanian, tekstur, struktur, dan kandungan air tanah. Nilai ini banyak dipergunakan dalam perhitungan-perhitangan seperti dalam penentuan kebutuhan air irigasi pemupukan dan, pengolahan tanah. ( Foth, 1987 ).
            Bobot isi tanah (Bulk Density) adalah ukuran pengepakan atau kompresi parikel-partikel tanah. Bobot isi tanah bervariasi bergantung pada kerekatan partkel-partikel tanah itu. Bobot isi tanah dapat digunakan untuk menunjukkan nilai batas tanah dalam membatasi kemampuan akar untuk menembus (penetrasi) tanah,dan untuk pertumbuhan akar tersebut. (Pearson et al, 1995).
            Berat jenis tanah adalah angka perbandingan antara berat butir tanah dan berat isi air suling dengan isi sama pada suhu 40oC. Peralatan yang digunakan dalam pengujian ini antara lain piknometer atau botol ukur, saringan, thermometer, oven yang dilengkapi dengan pengaturan suhu, alat pendingin. Prosedur pengujian meliputi tahapan pengeringan benda uji dalam oven selama 24 jam dan penimbangan, selanjutnya benda uji dimasukkan kedalam piknometer lalu timbang lagi dan seterunya, ( Anonim 2, 2011 )


                                    III. METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat
Waktu praktikum Bulk Density dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 27 Oktober 2011 pukul 03.30 – 04.30 WITA. Bertempatan laboratorium kimia tanah Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan.

3.2. Alat dan Bahan :
     3.2.1. Alat yana digunakan :
1        Timbangan analitik.
2         Oven.
3        Ring sampel.
  3.2.2. Bahan yang digunkan :
1.      Contoh tanah utuh, yang ditimbang dengan ring sampel
2.      Air mendidih untuk menghilang kandungan udara dalam tanah
3.      Air aquqdes untuk menghilangkan berat dan volume tanah
3.3. Prosedur kerja
1.      Contoh tanah dari pengamatan profil tanah yaitu tanah utuh yang diambil dengan ring sampel, dimasukkan ke dalam oven 2 hari sebelum praktikum.
2.      Setelah diovenkan, contoh tanah tadi dimasukkan dalam desiktor untuk didinginkan kemudian ditimbang tanah beserta ring sampelnya. Selanjutnya keluarkan tanahnya kemudian timbang ring sampelnya.
3.      Hitunglah Bulk Density dengan persamaan:
BD   =   3




IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan  :
Tabel. hasil pengamatan
Berat tanah kering
   oven
Volume tanah
gr/cm3
Tinggi ring sampel
   tanah

Jari-jari
( cm )

201,6
144,85
6,1
375
3,14

Sumber : Data primer hasil praktikum 2011

4.2. Pembasan
Perbandingan berat tanah yang telah di oven selama 24 jam dengan yang tidak di oven yaitu lebih berat tanah tidak di oven. Ini dikarenakan tanah yang tidak dioven masih mengandung berat air dan udara yang terkandung didalamnya dan juga pori-pori yang terdapat pada tanah.
            Sedangkan berat tanah sudah di oven sudah tidak lagi terdapat kandungan air sehingga berat dan ukuran lebih ringan di bandingkan pada tanah yang tidak di oven. Tetapi pada tanah yang di oven masih memilih ruang poris sehingga masih harus mencampur tanah dengan air mendidih kemudian baru di ukur beratnya. Ini dilakukan untuk menghilangkan kandungan udara dan ruang pori tanah. Hal ini sesuai pendapat(Darmawijaya, 1997 ).


IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Teknik pendapatan berisi tanah pada prinsipnya adalah perbandingan berat tanah kering dan volume tanah. Nilai berat isi tanah yang diperoleh menggunakan metode ring. Data berat yang berisi tanah sangat di perlukan untuk di perhitungkan analisis fisika tanah lainnya seperti penepatan COLE, ruangan pori total, dan retnsi air. Pendapatan berat isi tanah di lakukan asalkan tersediannya peralatan yang di lakukan seperti timbgan dan oven.

4.2. Saran
Dalam melakukan praktikum berat isi dan jenis tanah, praktikum harus betul-betul memahami apa itu berat isi tanah dan jenis tanah dan bagaimana cara menentukan dan perbedaan kedua berat tanah tersebut agar tidak terjadi kekeliruan dakam melakukan perhitungan berat tanah.

  
DAFTAR PUSTAKA
Anomim 1, 2011
Anomim 2, 2001
Darmawijaya, 1997. Klasifikasi Tanah. Yogjakarta : Gadja Mada
Foth, 1978. Fundamentals of Soil Science. New York
Pearson el al, 1995. Sustainable Dryland Cropping in relation to soil produksctivity : FAO


LAMPIRAN
3


Keteranag :
Volume tanah t


T                       = tinggi ring samp201,6 (cm)


r                         = jari-jari (cm)


                          = 3,14
BD


                   = 1,4 gr/cm3

Volume tanah   = 3,14 . ( 2,75 )2 . 6,1


                          = 3,14 . 7,5625 . 6,1


                          = 144,85 cm3

 342 – 122,4 =  201,6 cm






0 komentar:

Poskan Komentar