Minggu, 20 November 2011

"LAPORAN TEKSTUR TANAH"


"LAPORAN TEKSTUR TANAH"
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanah dapat ditemukan hampir dimana saja dan kiranya tanah itu selalu bersama kita.Karena itu kebanyakan orang tidak pernah berusaha menentukan apakah tanah itu,darimana asalnya dan bagaimana sifatnya.Mereka tidak memperhatikan bagaimana tanah itu di suatu tempat berbeda dengan tanah di tempat lain. Tanah juga merupakan komponen hidup dari lingkungan yang penting.Bila tanah disalahgunakan, tanaman menjadi kurang produktif.  Bila ditangani secara hati-hati dengan memperhatikan tabiat fisik dan biologinya, akan terus menerus menghasilkan tanaman dalam beberapa generasi yang tidak terhitung (Lal, 1979).
       Tanah terdiri dari butir-butir yang berbeda dalam ukuran dan bentuk, sehingga diperlukan istilah-istilah khusus yang memberikan ide tentang sifat teksturnya dan akan memberikan petunjuk tentang sifat fisiknya. Untuk ini digunakan nama kelas seperti pasir, debu, liat dan lempung. Nama kelas dan klasifikasinya ini, merupakan hasil riset bertahun-tahun dan lambat laun digunakan sebagai patokan. Tiga golongan pokok tanah yang kini umum dikenal adalah pasir, liat dan lempung(Buckmandan  Brady, 1992)
        Tanah terdiri dari butiran-butiran yang berbedabaik dalam ukuran maupun bentuk.Besarnya partikel tanah relatif sangat kecil, yang biasanya diistilahkan dengan tekstur. Tekstur menunujukkan sifat halus dan kasarnya butiran-butiran tanah.Lebih khusus lagi, tekstur ditentukan oleh perbandingan antara kandungan pasir, debu, dan liat yang terdapat dalam tanah. Dalam pengukuran tekstur tanah, kerikil dan partikel yang lebih besar tidak diperhitungkan karena materi ini tidak mengambil peranan penting dalam penentuan tekstur tanah.
        Kasar dan halusnya tanah dalam klasifikasi tanah (taksnomi tanah) ditunjukkan dalam sebaran butir yang merupakan penyederhanaan dari kelas tekstur tanah dengan memperhatikan pula fraksi tanah yang lebih kasar dari pasir (lebih besar 2 mm), sebagian besar butir untuk fraksi kurang dari 2 mm meliputi berpasir lempung, berpasir, berlempung halus, berdebu kasar, berdebu halus, berliat halus, dan berliat sangat halus (Hardjowigeno, 1995).
       Penentuan kelas tekstur suatu tanah secara teliti harus dilakukan analisa tekstur di laboratorium yang disebut analisa mekanik tanah. Dalam menetapkan tekstur tanah ada tiga metode yang digunakan yaitu metode lapang, hydrometer, dan pipet.  Metode yang digunakan dalam praktek ini adalah metode hydrometer.
       Sifat-sifat fisik tanah banyak bersangkutan dengan kesesuaian tanah untuk berbagai penggunaan. Kekuatan dan daya dukung, kemampuan tanah menyimpan air, drainase, penetrasi, akar tanaman, tata udara, dan pengikatan unsur hara, semuanya sangat erat kaitannya dengan sifat fisik tanah.
       Sifat fisik tanah ditentukan oleh permukaan butiran tanah, sifat-sifat kimia dari butiran dan kandungan bahan organik.  Butiran-butiran yang menyusun tanah mempunyai ukuran yang berbeda-beda.  Perbedaan ukuran dan jumlah butiran tersebut sangat mempengaruhi tekstur tanah.
       Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diadakan percobaan tentang tekstur tanah.

1.2    Tujuan dan kegunaan
Tujuan praktikum tekstur tanah adalah untuk mengetahui dan menentukan kelas tekstur pada tanah Alfisol dantanahInceptisollapisan I dan II dan III
      Kegunaan praktikum tekstur tanah adalah sebagai bahan informasi dalam menentukan tanaman budidaya pada daerah itu atau tanaman apa yang cocok pada jenis tekstur tersebut.

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tekstur tanah
Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir, fraksi debu dan fraksi liat (Hanafiah, 2008).
       Tekstur merupakan sifat kasar-halusnya tanah dalam percobaan yang ditentukan oleh perbandingan banyaknya zarah-zarah tunggal tanah dari berbagai kelompok ukuran, terutama perbandingan antara fraksi-fraksi lempung, debu, dan pasir berukuran 2 mm ke bawah (Notohadiprawito, 1978).
       Tanah terdiri dari butir-butir yang berbeda dalam ukuran dan bentuk, sehingga diperlukan istilah-istilah khusus yang memberikan ide tentang sifat teksturnya dan akan memberikan petunjuk tentang sifat fisiknya. Untuk ini digunakan nama kelas seperti pasir, debu, liat dan lempung. Nama kelas dan klasifikasinya ini, merupakan hasil riset bertahun-tahun dan lambat laun digunakan sebagai patokan. Tiga golongan pokok tanah yang kini umum dikenal adalah pasir, liat dan lempung(Buckmandan  Brady, 1992)
Pembagian kelas tektur yang banyak dikenal adalah pembagian 12 kelas tekstur menurut USDA.Nama kelas tekstur melukiskan penyebaran butiran, plastisitas, keteguhan, permeabilitas kemudian pengolahan tanah, kekeringan, penyediaan hara tanah dan produktivitas berkaitan dengan kelas tekstur dalam suatu wilayah geogtrafis (A.K. Pairunan, dkk, 1985).
       Tekstur tanah dapat menentukan ssifat-sifat fisik dan kimia serta mineral tanah. Partikel-partikel tanah dapat dibagi atas kelompok-kelompok tertentu berdasarkan ukuran partikel tanpa melihat komposisi kimia, warna, berat, dan sifat lainnya.  Analisis laboratorium yang mengisahkan hara tanah disebut analisa mekanis.  Sebelum analisa mekanis dilaksanakan, contoh tanah yang kering udara dihancurkan lebih dulu disaring dan dihancurkan dengan ayakan 2 mm.  Sementara itu sisa tanah yang berada di atas ayakan dibuang.  Metode ini merupakan metode hidrometer yang membutuhkan ketelitian dalam pelaksanaannya.  Tekstur tanah dapat ditetapkan secara kualitatif dilapangan (Hakim, 1986).
       Tekstur tanah dibagi menjadi 12 kelas seperti yang tertera pada diagram segitiga tekstur tanah USDA yang meliputi pasir, pasir berlempung, lempung berpasir, lempung, lempung liat berpasir, lempung liat berdebu, lempung berliat, lempung berdebu, debu, liat berpasir, liat berdebu, dan liat (Lal, 1979).
       Tanah terdiri dari butir-butir pasir, debu, dan liat sehingga tanah dikelompokkan kedalam beberapa macam kelas tekstur, diantaranya kasar, agak kasar, sedang, agak halus,dan hancur (Hardjowigeno, 1995).
Kasar dan halusnya tanah dalam klasifikasi tanah (taksnomi tanah) ditunjukkan dalam sebaran butir yang merupakan penyederhanaan dari kelas tekstur tanah dengan memperhatikan pula fraksi tanah yang lebih kasar dari pasir (lebih besar 2 mm), sebagian besar butir untuk fraksi kurang dari 2 mm meliputi berpasir lempung, berpasir, berlempung halus, berdebu kasar, berdebu halus, berliat halus, dan berliat sangat halus (Hardjowigeno, 1995).

2.2 Karakteristik tekstur tanah

Sifat-sifat fisik tanah banyak bersangkutan dengan kesesuaian tanah untuk berbagai penggunaan. Kekuatan dan daya dukung, kemampuan tanah menyimpan air, drainase, penetrasi, akar tanaman, tata udara, dan pengikatan unsur hara, semuanya sangat erat kaitannya dengan sifat fisik tanah (Lal, 1979).
       Karakteristik tekstur tanah terdiri atas fraksi pasir, fraksi debu dan fraksi liat. Suatu tanah disebut bertekstur pasir apabila mengandung minimal 85% pasir, bertekstur debu apabila berkadar minimal 80% debu dan bertekstur liat apabila berkadar minimal 40% liat (Hanafiah, 2008).
       Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah dapat digolongkan menjadi tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau pasir berlempung (Nyakpa, 1989). 
        Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37,5% liat atau bertekstur liat, liat berdebu atau liat berpasir (Nyakpa, 1989).
        Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung terdiri dari tanah bertekstur sedang tetapi agak kasar meliputi tanah yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berpasir halus. Tanah bertekstur sedang meliputi yang bertekstur lempung berpasir sangat halus, lempung, lempung berdebu atau debu. Tanah bertekstur sedang tetapi agak halus mencakup lempung liat, lempung liat berpasir atau lempung liat berdebu (Hakim, 1986).
         Dalam penetapan tekstur tanah ada tiga jenis metode yang biasa digunakan yaitu metode feeling yang dilakukan berdasarkan kepekaan indra perasa (kulit jari jempol dan telunjuk), metode pipet atau biasa disebut dengan metode kurang teliti dan metode hydrometer atau disebut dengan metode lebih teliti yang didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan jatuhnya partikel yang berkerapatan sama dalam suatu larutan akan meningkat secara linear apabila radius partikel bertambah secara kuadratik (Hardjowigeno, 1995).
         Tanah bertekstur kasar, tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket sera tidak bisa membentuk gulungan atau lempengan continue sebaliknya jika partikel tanah terasa halus lengket dan dapat dibuat gulungan maka berarti tanah bertekstur liat. Tanah bertekstur debu akan mempunyai partikel-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket serta gulungan yang terbentuk rapuh dan mudah hancur. Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai jenis ketiganya secara proporsional, apabila yang terasa lebih dominan adalah sifat pasir maka berarti tanah bertekstur lempung berpasir dan seterusnya (Buckmandan  Brady, 1992).



2.3 Hubungan tekstur dengan pertumbuhan tanah

Pemahaman tanaman sebagai media tumbuh tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr.H.L.Jones dari Cornell University Inggris (Darmawijaya,1990), yang mengkaji hubungan tanah pada tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian yang seekonomis mungkin. Kajian tanah dari aspek ini disebut edaphologi (edaphos=bahan tanah subur), namun pada realitasnya kedua defenisi selalu terintegrasi.
          Tanah pada masa kini sebagai media tumbuh tanaman didefenisikan sebagai lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara, secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi dan unsur-unsur esensial sedangkan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota yang berpatisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat adiktif bagi tanaman (Hanafiah, 2008).
          Tanah yang didominasi pasir akan banyak mempunyai pori-pori makro, tanah yang didominasi debu akan mempunyai pori-pori meso (sedang), sedangkan didominasi liat akan banyak mempunyai pori-pori mikro. Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk, luas permukaan mencerminkan luas situs yang dapat bersentuhan dengan air, energi atau bahan lain, sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya tahannya untuk menahan tanah (Hakim, 1986).
          Makin poreus tanah akan makin mudah akar untuk berpenetrasi, serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah dan sebaliknya, makin tidak poreus tanah akan makin sulit akar untuk berpenetrasi serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi. Oleh karena itu, maka tanah yang baik dicerminkan oleh komposisi ideal dari kedua kondisi ini, sehingga tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan yang optimum bagi tanaman, namun dari segi nutrisi tanah lempung lebih baik ketimbang tanah bertekstur debu (Nyakpa, 1989).
           Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa yang sangat tahan terhadap pelapukan, sedangkan fraksi debu biasanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk, pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara, sehingga tanah bertekstur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah bertekstur pasir (Hardjowigeno, 1993).
          Pada tanah-tanah di daerah tropika nisbah debu liat merupakan kriteria penting dalam mengevaluasi fenomena seperti migrasi liat, taraf pelapukan fisik, dan umur bahan induk tanah serta klasifikasi tanah (Lal, 1979).

III. METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu
Praktikum analisis tekstur  tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia Tanah, Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.  Pada hari Kamis20Oktober 2011. Pukul 15.30 WITA sampai selesai.

3.2 Bahan dan Alat
Alat-alat yang digunakan adalah hidrometer, cawan petris, selinder sedimentasi, 1000 ml saringan, termometer, timbangan, botol selei.
Bahan yang digunakan pada praktikum analisis tekstur tanah ini adalah sampel tanah, air, larutan calgon dan aquades.

3.3  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum analisis tekstur tanah adalah sebagai berikut :
1.      Menimbang 20 gram tanah kering udara, butir-butir tanah ini berukuran kurang dari 2mm.
2.      Memasukkan tanah ke dalam erlenmeyer atau botol tekstur dan ditambahkan 10 mL larutan Calgon 0,05 % dan aquadest secukupnya.
3.      Mengocok tanah dengan mesin pengocok selama kurang lebih 10 menit.
4.      Menuangkan secara kualitatif semua isinya ke dalam silinder sedimentasi 1000 mL yang di atasnya dipasang saringan dengan diameter lubang 0,05 mm dan dibersihkan botol tekstur dengan bantuan botol semprot.
5.      Semprot dengan spayer sambil diaduk-aduk semua suspensi yang masih tinggal pada saringan sehingga semua partikel debu dan liat telah turun (air saringan telah jernih).
6.      Pasir yang tertinggal dipindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan botol semprot kemudian masukkan ke dalam oven bersuhu 105°C selama 2 x 24 jam, selanjutnya masukkan dalam desikator dan timbang hingga berat pasir diketahui (catat sebagai C gram)
7.      Mencukupkan larutan suspensi dalam tabung sedimentasi dengan aquadest hingga 1000 mL.
8.      angkat silinder sedimentasi, sumbat bolak-balik dengan karet lalu kocok dengan membolak-balik tegak lurus 180° sebanyak 20 x atau dapat juga dilakukan dengan memasukkan pengocok ke dalam silinder sedimentasi lalu aduk naik turun selama 1 menit.
9.      Masukkan hidrometer kedalam suspensi dengan sangat hati-hati agar suspensi tidak banyak terganggu.
10.  Setelah beberapa detik, membaca dan mencatat (H1) pada hidrometer beserta suhunya (t1), dengan hati-hati hidrometer dikeluarkan dari suspensi.
11.  Setelah menjelang 8 jam, hidrometer dimasukkan kembali untuk pembacaan H2 dan t2.
12.  Menghitung berat debu dan liat dengan menggunakan rumus :
      Berat debu dan liat     :     
      Berat liat                     :     
      Berat debu                  :       berat (debu + liat) -berat liat………(a + b)
13.  Menghitung persentase pasir , debu dan liat dengan persamaan :
      % pasir               :           
% debu               :
% liat                  : 



IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.  Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, maka diperoleh data sebagai berikut :
Tabel I :  Hasil Analisis Ukuran Partikel (Tekstur) tanahpada Lapisan I dan II dan III

Lapisan
Persentase Fraksi (%)
Kelas Tekstur
Pasir
Debu
Liat
Lapisan I
47,12 %
20,46%
32,42%
Lempung liat berpasir
Lapisan II
55,15%
14,43%
30,42%
Liat
Lapisan III
32,83%
45,13%
22,04%
Lempung
Sumber : Data primer setelah diolah, 2011.

5.1. Pembahasan

Berdasarkan tabel hasil pengamatan pada tekstur tanah bahwa pada lapisan I diperoleh % pasir sebesar 47,12%, % debu sebesar 20,46% dan persen liat sebesar 32,42%.  Sedangkan pada lapisan II diperoleh % pasir sebesar 55,15%, % debu sebesar 14,43%, dan % liat sebesar 30,42%.  Hal ini menunjukkan tekstur pada lapisan I bertekstur lempung liat berpasir, lapisan II bertekstur liat sedangkan lapisan III bertekstur lempung.
Lapisan I memiliki persentase fraksi liat lebih besar daripada persentase fraksi debu dan pasir, karena lapisan ini komposisi tanahnya masih berasal dari serasah (sisa-sisa tanaman) dan mengandung banyak bahan organik.  Hal ini sesuai pendapat Hanafiah(2005), yang menyatakan bahwa pada lapisan atas tingkat kesuburan tanah basanya mengacu pada ketersediaan hara.
Lapisan II juga memiliki persentase fraksi liat lebih besar daripada persentase fraksi debu dan pasir, karena liat memiliki permukaan luas dan bermuatan listrik yang memberi kemampuan untuk mengikat unsur hara dan air pada tanaman untuk pertumbuhan tanaman.  Hal ini sesuai pendapat Foth(1988), yang menyatakan bahwa kapasitas berbeda untuk menahan air dan unsur hara melawan tarikan gravitasi yang merupakan ciri utama liat.
Lapisan I yang bertekstur liat bersifat sangat lekat dan membentuk sangat baik.  Tanah yang mengandung liat mempunyai permukaan yang sangat halus, yang mampu menyimpan air, akan tetapi peredaran udara dan aerasi tanah tidak baik yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya pori pada tanah itu.  Penambahan bahan organik membantu mengatasi masalah kelebihan air tanah berliat.  Bahan organik membantu mengikat butiran liat membentuk ikatan lebih besar sehingga memperbesar ruang-ruang udara diantaranya ikatan butiran.  Hal ini sesuai dengan pendapat Foth(1988), bahwa selain daya simpan air, hara tertentu dapat digunakan , dismipan  pada permukaan partikel tanah liat.  Oleh karena itu, tanayh liat bertindak sebagai reservoir penyimpanan air dan hara.
          
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.  Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada praktikum tekstur tanah ini, maka dapat kami simpulkan bahwa tanah pada lapisan I memiliki persentase pasir sebesar 47,12 %, debu 20,46 %, dan liat sebesar 32,42 % sehinnga termasuk dalam tekstur lempung liat berpasir. Tanah pada lapisan II memiliki persentase pasir 55,15%, debu 14,43%, dan liat sebesar 32,42%, sehingga termasuk dalam tekstur liat. sedangkan tanah pada lapisan III memiliki presentase pasir 32,82 3%, debu 45,13 %, dan liat 22,04 % sehingga termasuk dalam tekstur lempung.

5.2.  Saran
Untuk memilih lahan pertanian, perlu diperhatikan masalah tekstur tanah, hal ini disebabkan karena tekstur tanah dapat mempengaruhi kandungan bahan organik atau unsur hara yang diperlukan untuk tumbuhan serta kemampuannya menyimpan air dan aerasi.

VI.  DAFTAR PUSTAKA



Buckman, H.O. dan N.C. Brandy, 1982.  Ilmu Tanah.  Brata Karya Aksara, Jakarta.

Foth, H.D., 1984.  Dasar-Dasar Ilmu Tanah..  Edisi VI.  Erlangga, Jakarta.

Hakim, N.M.Y. Nyakpa, A.M.Lubis, S.Ghani, Nugroho, M.R.Soul, M.A.Diha,  G.B.Hong, N.H.Balley., 1986.Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Universitas Lampung, Lampung.

Hanafiah, Ali Kemas.  2005.  Dasar-dasar Ilmu Tanah.  Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hadjowigwno, S., 1987.  Ilmu Tanah.  Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.



LAMPIRAN

Lapisan I
Dik : H1 = 15   H2 = 8  t1 = 30°C              t2 = 28oC                 c = 7,6gram
Menghitung berat debu dan liat dengan menggunakan persamaan :
                              H1 + 0,3 (t1 – 19,8)
Berat Debu Liat = -----------------------  – 0,5 ............................. (a)
                                           2
                              15 + 0,3 ( 30 – 19,8)
 = -----------------------  – 0,5  = 8,53 gr  .............(a)
                                           2
                              H2 + 0,3 (t2 – 19,8)
Berat Liat          = -----------------------  – 0,5 ..............................(b)
                                           2
                             8 + 0,3 ( 28 – 19,8)
 = -----------------------  – 0,5 = 4,73 gr   .............(b)
                                           2
Berat Debu = Berat (Debu + Liat) – Berat Liat
                              = (a) – (b)
                              = 8,53 – 4,53
                              = 3,8 gram
Menghitung persentase pasir, debu, dan liat dengan persamaan :
                         c
% Pasir    =  -------- X 100 %                               
                                 a + c
                          7,6
   =  -------------- X 100 % = 47,11 %                               
                                8,53 + 7,6
                      a – b
% Debu   =  -------- X 100 %                               
                                 a + c
                     8,53 – 4,73
                           =  --------------- X 100 % = 23,6 %                               
                                 8,53 + 7,6
                        b
% Liat     =  -------- X 100 %                               
                                 a + c
                           4,73
   =  --------------- X 100 % = 29,32 %
                                 8,53 + 7,6

Lapisan II
Dik : H1 = 8     H2 = 4  t1 = 29°C              t2 = 28,5oC              c = 6,0gram
Menghitung berat debu dan liat dengan menggunakan persamaan :
                              H1 + 0,3 (t1 – 19,8)
Berat Debu Liat = -----------------------  – 0,5 ............................. (a)
                                           2
                              8 + 0,3 (29 – 19,8)
 = -----------------------  – 0,5  = 4,88 gr ..........(a)
                                           2
                              H2 + 0,3 (t2 – 19,8)
Berat Liat          = -----------------------  – 0,5 ..............................(b)
                                           2
4+ 0,3 (28,5 – 19,8)
 = -----------------------  – 0,5 = 2,805 gr    ..............(b)
                                           2
Berat Debu = Berat (Debu + Liat) – Berat Liat
                              = (a) – (b)
                                = 4,88 – 2,805
                                = 2,075 gram




Menghitung persentase pasir, debu, dan liat dengan persamaan :
                         c
% Pasir    =  -------- X 100 %                               
                                 a + c
                         6,0
     =  ------------ X 100 % = 55,14 %                                
                                4,88 + 6,0
                      a – b
% Debu   =  -------- X 100 %                               
                                 a + c
                     4,88 – 2,805
                           =  --------------- X 100 % = 19,07 %                              
                                 4,88 + 6,0
                        b
% Liat     =  -------- X 100 %                               
                                 a + c
                         2,805
     =  -------------- X 100 % = 25,78 %
4,88 + 6,0

LAPISAN III
Dik : H1 = 10   H2 = 1  t1 = 28°C              t2 = 29oC                 c = 2,8gram
Menghitung berat debu dan liat dengan menggunakan persamaan :
                              H1 + 0,3 (t1 – 19,8)
Berat Debu Liat = -----------------------  – 0,5 ............................. (a)
                                           2
                              10 + 0,3 (28 – 19,8)
 = -----------------------  – 0,5  = 5,73 gr ..........(a)
                                           2


                              H2 + 0,3 (t2 – 19,8)
Berat Liat          = -----------------------  – 0,5 ..............................(b)
                                           2
1+ 0,3 (29 – 19,8)
 = -----------------------  – 0,5 = 1,38 gr    ..............(b)
                                           2
Berat Debu = Berat (Debu + Liat) – Berat Liat
                              = (a) – (b)
                              = 5,73 – 1,38
                              = 4,35 gram
·        Menghitung persentase pasir, debu, dan liat dengan persamaan :
                         c
% Pasir    =  -------- X 100 %                               
                                 a + c

                         2,8
   =  ------------ X 100 % = 32,82 %                               
                               5,73 + 2,8
                      a – b
% Debu   =  -------- X 100 %                               
                                 a + c
                     5,73 – 1,38
                           =  --------------- X 100 % = 50,99 %                               
                                 5,73 + 2,8
                       b
% Liat     =  -------- X 100 %                               
                               a + c
                         1,38
     =  -------------- X 100 % = 16,17 %
                                 5,73 + 2,8


Kamis, 10 November 2011

"LAPORAN REAKSI TANAH"


"LAPORAN REAKSI TANAH"
I.   PENDAHULUAN
I.1.  Latar Belakang
            Kemasaman tanah adalah sifat tanah yang perlu diketahui, sebab menunjukkan adanya hubungan pH dengan ketersediaan unsure hara dan juga hubungna antara pH dengan sifat-sifat tanah. Terdapatnya beberapa hubungan komponen dalam tanah mempengaruhi konsentrasi H+ dalam tanah, dimana keadaannya dipersulit oleh bahan-bahan tanah yang lain.
Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan pH menunjukkan bahwa banyaknya konsentrasi ion hydrogen (H+) didalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ didalam tanah maka semakin masam tanah tersebut sedangkan jika didalam tanah ditemukan ion OH- yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+ maka tanah tersebut tergolong alkalis (OH- lebih banyak daripada H+).
Pentingnya pH adalah untuk menentukan mudah tidaknya unsure-unsur hara diserap tanaman. Pada tanaman yang sekitar pH netral, disebakan karena pH tersebut kebanyakan unsur hara larut dalam air. Ditinjau dari berbagai segi, tanah yang mempunyai pH antara 6-7 merupakan pH yang terbaik (netral), pada pH dibawah 7 merupakan tanah yang masam sehingga unsur P tidak dapat diserap tanamankarena diikat (difiksasi) oleh Al sedangkan pada tanah alkalis pHnya berkisar antara 8-14 sehingga unsure P juga tidak dapat diserap oleh tanaman karena difikasi atau diikat oleh Ca. penanggullangan tanah yang terlalu masam dapat dinaikkan dengan menambah kapur pada tanah itu, sedankan tanah yang terlalu alkalis dapat diturunkan pHnya dengan cara penambahan belerang.
Keasaman tanah dapat ditentukan oleh dinamika H+ di dalam tanah, ion H+ yang terdapat dalam tanah (suspensi tanah) yang berada dalam keseimbangan ion H+ yang terjerap. Kemasaman dikenal ada dua yaitu kemasaman aktif dan kemasaman potensial. Kemasaman aktif disebabkan oleh H+ dalam larutan, sedangkan kemasaman potensial disebabkan oleh ion H+ dan Al yang terjerap pada permukaan kompleks jerapan. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu melakukan percobaan reaksi tanah (pH) untuk mengetahui jenis reaksi dan nilai pH tanah Alfisol pada berbagai lapisan tanah.
I.2.  Tujuan dan Kegunaan
I.2.1.   Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pH yang terkandung dalam tiap lapisan tanah dan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pH.
I.2.2.  Kegunaan
Kegunaan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa  dapat mengetahui lebih jauh tentang cara mengukur pH tanah dan tingkat pH yang baik dalam tanah untuk usaha pertanian.



II.  TINJAUAN PUSTAKA
II.1.  Reaksi Tanah
Reaksi yang penting adalah masam, netral dan alkalis. Pernyataan ini dinyatakan pada jumlah ion H+ dan OH- dalam larutan tanah. Bila dalam tanah ditemukan lebih banyak ion OH- maka tanah itu masam dan bila tanah H+ maka tanah itu alkalis. Untuk menyeragamkan pengertian sifat reaksi tanah tersebut dinilai berdasarkan konsentrasi ion H+ dan dinyatakan dengan pH. Salah satu sifat kimia tanah yang penting adalah reaksi atau pH tanah. Reaksi atau pH tanah menunjukkan konsentrasi ion H+ didalam larutan tanah. Nilai pH didefinisikan sebagai negatif konsentrasi ion H+ dalam larutan.  Untuk menyeragamkan pengertian, sifat reaksi dinilai berdasarkan konsentrasi ion H dan dinyatakan dengan pH. Dengan kata lain, pH tanah = - log  [H] tanah. Bila konsentrasi ion H bertambah maka pH turun, sebaliknya bila konsentrasi ion OH bertambah pH naik. Distribusi ion H dalam tanah tidak homogen. Ion H lebih banyak dijerap daripada ion OH, maka ion H lebih pekat di dekat permukaan koloid, sedangkan OH sebaliknya. Dengan demikian pH lebih rendah di dekat koloid daripada tempat yang jauh dari koloid (Hakim, dkk. 1986).
Larutan mempunyai pH 7 disebut netral, lebih kecil dari 7 masam, dan lebih besar dari 7 basis atau alkalis. Pada keadaan netral konsentrasi ion H+ sama besar dengan konsentrasi ion OH- dan pada keadaan alkalis sebaliknya. Reaksi tanah menunjukkan tentang keadaan atau status kimia tanah. Status kimia tanah mempengaruhi proses-proses biologik, seperti pertumbuhan tanaman. Reaksi atau pH yang ekstrim menunjukkan keadaan kimia tanah yang dapat mengganggu proses biologik. Kelas kemasaman tanah ada 6 macam, yaitu < 4,5 sangat masam, 4,5 - 5,5 masam, 5,6 - 6,5 agak masam, 6,6 - 7,5 netral, 7,6 - 8,5 agak alkalis, dan < 8,5 alkalis (Pairunan, dkk. 1985).
Pentingnya pH tanah adalah menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman, menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun, dan mempengaruhi perkembangan mikro organisme. Tanah yang terlalu masam dapat dinaikkan pH-nya dengan menambahkan kapur ke dalam tanah, sedang tanah yang terlalu alkalis dapat diturunkan pH-nya dengan penambahan belerang  (Hardjowigeno, 2003).  

II.2. Faktor yang mempengaruhi Reaksi Tanah
Faktor-faktor yang mempengaruhi pH tanah adalah kejenuhan basa, sifat misel, dan macam kation yang terserap. Didaerah basah pencucian dengan mudah melenyapkan Na karena daya ikatannya pada tanah pertukaran tidak kuat. Adanya pengaruh garam-garam terlarut didalam tanah yang mengendap secar alami dalam tanah didaerah-daerah kering, atau sebagai akibat penambahan irigasi. (Notohadiprawiro, 1998).
Kemasaman tanah merupakan salah satu sifat yang penting. Sebab terdapat hubungan pH dengan ketersediaan usr hara; juga terdapat beberapa hubungan antara ph dan semua pembentukan serta sifat-sifat tanah. Pada umumnya pH tanah ditentukan oleh : 1. Pencampuran satu bagian tanah dengan dua bagian air suling (bahan lain yang sesuai seperti larutan garam netral), 2. Campurkanlah mereka untuk mendapatkan tanah dan air sampai mendekati kesetimbangan, dan kemudian, 3. Ukurlah pH suspensi air tanah. Tedapat beberapa komponen dalam tanah yang mempengaruhi konsentrasi H2 larutan tanah. Keadaan dipersukar oleh bahan-bahan tanah besar perubahannya diantaranya interaksi. Bagian ini dimulai dengan suatu pH tertentu dan faktor – faktor yang mengendalikan pH pada sebagian besar tanah, yang umumnya berkisar 4 – 10, pH kurang dari 4, biasanya dikaitkan dengan hadirnya asam kuat seperti asam sulfat.(Foth.H.D, 1999)
Faktor-faktor lain yang kadangkala mempengaruhi pH tanah terutama didaerah industri, antara lain adalah sulfur yang merupakan hasil sampingan dari industri gas, yang jika bereaksi dengan air akan menghasilkan asam sulfur, dan asam nitrit yang secara alami merupakan komponen renik dari air hujan. Hujan asam juga terjadi sebagai akibat meningkatnya penggunaan dan pembakaran fosil-fosil padat yang menimbulkan gas-gas sulfur dan nitrogen, yang kemudian bereaksi dengan air hujan.( Hanafiah K. A, 2004).

II.3. Hubungan reaksi tanah dengan kesuburan tanah
pH tanah sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh langsung berupa ion Hidrogen sedangkan pengaruh tidak langsung yaitu tersedianya unsur-unsur hara  tertentu dan adanya unsur beracun. Kisaran pH tanah mineral  biasanya antara 3,5-10 atau lebih. Sebaliknya untuk tanah gembur, pH tanah dapat kurang dari 3,0. Alkalis dapat menunjukkan pH lebih dari 3,6. Kebanyakan pH tanah toleran pada yang ekstrim rendah atau tinggi, asalkan tanah mempunyai persediaan hara yang cukup bagi pertumbuhan suatu tanaman (Hakim dkk, 1986).
Komponen kimia tanah sangat berperan dalam menentukan sifat dan ciri tanah pada umumnya dan kesuburan tanah pada khususnya. Uraian kimia tanah banyak menjelaskan tentang reaksi-reaksi kimia yang menyangkut masalah-masalah ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Hal-hal yang banyak berkaitan dengan masalah tersebut di atas adalah penyerapan dan pertukaran kation, sifat dari tanah, reaksi tanah, dan pengelolaannya. (Foth, 1994).
Pentingnya pH tanah adalah menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman, menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun, dan mempengaruhi perkembangan mikro organisme. Tanah yang terlalu masam dapat dinaikkan pH-nya dengan menambahkan kapur ke dalam tanah, sedang tanah yang terlalu alkalis dapat diturunkan pH-nya dengan penambahan belerang.   (Hardjowigeno, 2003).  
Reaksi tanah atau pH tanah dapat memberikan petunjuk beberapa sifat tanah. Makin tinggi pH makin banyak basa-basa terdapat dalam tanah. Tanah-tanah yang terus menerus tercuci oleh air hujan cenderung mempunyai pH yang rendah dan miskin basa-basa. Pada tanah masam, aktivitas (kelarutan) Al mungkin tinggi dan dapat meracuni tanaman, sedangkan pada tanah-tanah yang mempunyai pH tinggi unsur-unsur tertentu mungkin kurang tersedia untuk tanaman karena mengendap. Reaksi tanah mempengaruhi kegiatan mikroorganisme dalam tanah. Pada pH sekitar netral, bakteri aktif melapuk bahan organik, sedang pada tanah masam pelapukan lebih banyak dilakukan oleh cendawan. Pada pH yang terlalu rendah aktivitas memfiksasi nitrogen oleh bakteri Rhizobium tertekan. Umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada keadaan pH netral karena pada pH tersebut kebanyakan unsur hara dapat larut dalam air.  Mengingat besarnya pengaruh pH terhadap pertumbuhan tanaman, maka para ahli melakukan penyelidikan guna memperoleh pengetahuan tentang pH dan bagaimana cara yang dapat dilakukan bila mengetahui keadaan suatu pH di lapangan yang cocok untuk keperluan budidaya tanaman.Pertumbuhan tanaman juga berkontribusi dalam pengasaman tanah, proses penyerapan hara utama (kalium, kalsium dan magnesium) disertai pertukaran dengan ion hidrogen sehingga menyebabkan terjadinya pengasaman tanah. Jenis Tanaman tertentu juga mempengaruhi pengasaman tanah. Semakin rendah tingkat keasaman dalam tanah maka semakin banyak kandungan organik  didalam tanah. Penilaian mengenai produktivitas atau kesuburan tanah dapat dilihat pada tiga aspek, yaitu sifat fisik tanah, sifat kimia dan biologis tanah.  Ketiga aspek ini dapat diketahui sama penting peranannya dalam menentukan kesuburan tanah.  Apabila dari salah satu dari ketiga aspek ini rendah, sementara yang lainnya tinggi maka produktivitas tanah yang maksimum belum dapat tercapai. (Anonim, 2010).


III.   METODOLOGI
III.1.  Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 03 November  2011 pukul 15.20 WITA di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin.

III.2.  Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam praktikum yaitu  tempat 3 buah roll film, 2 buah gelas ukur, dan pH meter. Bahan yang digunakan adalah sampel tanah profil lapisan 1,2 dan 3, aquades, tissu.

III.3.  Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja dalam praktikum ini yaitu (1) 10 gram tanah halus dimasukkan ke dalam tabung reaksi atau tempat roll film dan tambahkan air suling 10 ml (rasio 1 : 1). (2) Kocok selama 30 menit dengan menggunakan mesin pengocok, kemudian diamkan selama 1 menit.(3) Ukur dengan pH meter. (4) jika diinginkan bisa dibuat perbandingan air dan tanah dengan perbandingan 1:2:3:4:5:7:10 dan melihat grafiknya. (5) jika diinginkan Ph KCl 1 N atau pH CaCl2 0,01 M maka air suling diganti dengan larutan tersebut.



IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1.  Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka diperoleh data sebagai berikut :
Tabel. Hasil Pengamatan Reaksi Tanah (pH Tanah) pada Profil lapisan I,II dan III
Lapisan
pH Tanah
Keterangan
I
4,44
Agak Masam
II
3,33
Agak Masam
III
2,37
 Masam
                        Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2011
IV.2.  Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh pada saat praktikum, tanah dalam lapisan I diperoleh pH tanah sebesar 4,44 dengan kriteria tanah agak masam, pada lapisan II pH tanahnya adalah 3,33 dengan kriteria tanah agak masam dan pada lapisan III pH tanahnya adalah 2,37 dengan kriteria tanah masam. Dari tiga lapisan tersebut pH tanahnya bersifat sangat masam, kemasaman tanah disebabkan oleh bahan organik yang terdapat dalam tanah tersebut sehingga daya ikat sangat besar. Hal ini sesuai dengan pendapat Hardjowigeno (1985) yang menyatakan bahwa kemasaman tanah sangat dipengaruhi oleh bahan organik.
Dari ketiga lapisan tersebut, yang memiliki nilai pH tertinggi adalah lapisan I yaitu 4,44. Hal ini terjadi karena bahan organik yang dikandung oleh lapisan I lebih banyak daripada lapisan II dan III. Lapisan yang memiliki nilai pH yang paling rendah yaitu lapisan III yaitu 2,37. Hardjowigeno (1985) yang menyatakan bahwa bahan organik pada lapisan I terdekomposisi kemudian masuk kedalam lapisan dibawahnya.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ditunjukkan bahwa pH suatu tanah berbeda-beda menurut perbandingan tanah dan airnya, hal ini sesuai dengan pendapat Harjowigeno (1987) yang menyatakan bahwa pemberian air yang berbeda-beda pada suatu jenis tanah akan memberikan pengaruh yang besar terhadap nilai pH tanah.



V.  KESIMPULAN DAN SARAN
V.1.  Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan praktikum, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa reaksi tanah (pH) pada setiap lapisan tanah itu berbeda - beda. Dari percobaan terbukti bahwa lapisan I memiliki pH 4,44 paling tinggi dibanding dengan lapisan II dengan jumlah pH 3,33 dan lapisan III dengan jumlah pH 2,37, karena itu semua dipengaruhi oleh banyaknya bahan organik pada setiap lapisan tanah. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi pH tanah adalah kejenuhan basa, sifat misel, dan macam kation yang terserap. Didaerah basa pencucian dengan mudah melenyapkan Na karena daya ikatannya pada tanah pertukaran tidak kuat. Adanya pengaruh garam-garam terlarut didalam tanah yang mengendap secara alami dalam tanah didaerah-daerah kering, atau sebagai akibat penambahan irigasi.

V.2.  Saran
Saran untuk laboratorium bahwa sebaiknya alat-alat yang tersedia dalam laboratorium labih di perhatikan kebersihan dan mengikuti semua prosedur yang ada, sehingga hasil yang kita capai menjadi maksimal. Adapun saran untuk pengamat, bahwa sebaiknya praktikan harus lebih teliti dalam menimbang tanah dan mengukur tanah.




DAFTAR PUSTAKA
Pairunan A.K, .L. Nanere, Arifin, Solo S.R. Samosir, R. Tangkaisari, J. L. Lalopua, B. Ibrahim dan H. Asmadi, 1997. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Bagian Timur, Makassar.
Foth, H.D. 1994. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadja Mada University Press, Yogyakarta.
Anonim 2, 2011. Faktor-faktor yang mempengaruhi Bulk Density. Diakses
dari http://strukturtanah.blogspot.com/ pada 19 Mei 2011. Makassar
Hakim, Nurhayati, M. Yusuf Nyapka, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A. Diha, G.B.Hong, H.H. Bailey, 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung.
Hardjowigeno. S, 2003. Ilmu Tanah. Penerbit Akademika Pressindo, Jakarta.
Anonim, 2007. Penuntun Praktikum Dasar-dasar Ilmu Tanah. Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Anonim 2, 2010. Reaksi tanah dengan kesuburan tanah. Diakses
dari http://reaksitanah.blogspot.com/ pada 19 Mei 2010. Makassar

Minggu, 11 September 2011

7 (LANGKAH) MERAIH RISQI YANG MELIMPAH DAN HALAL

7 (TUJUH LANGKAH UNTUK MENGIKUTI PROGRAM INVESTASI SEDEKAH):
1.     Harus memiliki rekening BRI dan kartu ATM BRI, jika Anda belum mempunyai segeralah membuka tabungan BRI dan kartu ATM nya. Dengan menggunakan ATM BRI, Anda akan TERBEBAS dari BIAYA TRANSFER antar rekening. 2.     Setelah Anda membuka tabungan/rekening, Anda sudah dapat bertransaksi melalui ATM BRI, kemudian transferlah uang kepada 4 buah rekening yang tertulis dalam KOLOM INVESTOR BARU,masing-masing sebesar Rp. 20.000,00 sehingga total seluruhnya berjumlah Rp. 80.000,00. Kemudian SIMPANLAH baik-baik keempat slip bukti transfer tersebut. 3.     PERHATIAN : Anda sudah disediakan satu halaman kosong (dilembar terakhir) yang berisi KOLOM BUKTI TRANSFER dan KOLOM INVESTOR BARU. 4.     Ambil satu halaman kosong yang telah disediakan tersebut, kemudian Anda lakukan : Pada KOLOM BUKTI TRANSFER, rekatkan Slip/Bukti Transfer Anda dengan urutan sebagai berikut :
  • Rekatkan bukti transfer PESERTA IV pada kolom KIRI ATAS (Sangat Sejahtera)
  • Rekatkan bukti transfer PESERTA III pada kolom KANAN ATAS (Sejahtera)
  • Rekatkan bukti transfer PESERTA II pada kolom KIRI BAWAH (Cukup Sejahtera)
  • Rekatkan bukti transfer PESERTA I pada kolom KANAN BAWAH (Pra-Sejahtera)
Pada KOLOM INVESTOR BARU, kolom kosong :
  • KELUARKAN/HAPUS > PESERTA IV (Sangat Sejahtera)
  • Tulis dan PINDAHKAN data PESERTA III dari KOLOM BUKTI TRANSFER, menjadi PESERTA IV (Sangat Sejahtera).
  • Tulis dan PINDAHKAN data PESERTA II dari KOLOM BUKTI TRANSFER, menjadi PESERTA III (Sejahtera).
  • Tulis dan PINDAHKAN data PESERTA I dari KOLOM BUKTI TRANSFER, menjadi PESERTA II (Cukup Sejahtera).
  • Tulis NAMA dan NOMOR REKENING BRI Anda ke dalam KOLOM PESERTA I (Pra-Sejahtera). Anda telah menjadi PESERTA BARU dalam Program ini.
PERHATIAN :
  • GUNAKAN HURUF KAPITAL (BALOK), dan pastikan tulisan Anda mudah dibaca orang lain dengan JELAS !!
  • SABAR dan JANGAN SEKALI-KALI MENIPU dengan MELETAKKAN Nama Anda pada urutan YANG TIDAK SESUAI dengan HAK ANDA !!!
  • INGATLAH : Peserta Lain akan mengetahui segala bentuk kecurangan Anda. Dengan berperilaku JUJUR, semoga Allah ى لعتو هناحبس berkenan memberi kelancaran rizqi dan mewujudkan cita-cita Anda. Amin Ya Rabbal ‘Alamien
5.     Sekarang (setelah keempat langkah di atas Anda lakukan), Anda telah menjadi peserta Program Investasi ini, kemudian fotocopy atau perbanyaklah BUNDEL/SELEBARAN BARU yang terdiri dari : a)     Halaman Cover (Sampul) b)     Kisah Nyata Keajaiban/Kesaksian/Testimoni c)     Penjelasan Program d)     1 (satu) Lembar halaman KOLOM BUKTI TRANSFER & KOLOM INVESTOR BARU (yang sudah terisi data ANDA SEBAGAI PESERTA BARU/ Peserta I) e)     1 (satu) Lembar halaman KOLOM BUKTI TRANSFER & KOLOM INVESTOR BARU (yang BELUM TERISI DATA/KOSONG, sehingga dapat diisi oleh peserta berikutnya) f)      Kemudian semua lembar tersebut dijadikan satu (disteples), lalu perbanyak/fotocopy lah layaknya selebaran yang Anda terima pertama kali / Anda terima saat ini / Sebelum Anda menjadi Peserta Program ini, minimal 100 set/bundel (SEMAKIN BANYAK ANDA MEMPERBANYAK/MEMFOTOKOPI, Insya Allah SEMAKIN BESAR PULA KESEMPATAN ANDA MENDAPATKAN RIZQI) 6.     Sebarkan fotokopi Selebaran yang berisi DATA BARU tersebut kepada minimal 100 orang dimana saja diseluruh Indonesia, atau anda mempunyai TARGET untuk mengajak minimal 10 orang lain untuk BERGABUNG & MENGIKUTI Program Investasi Sedekah ini, paling lambat 1 (satu) minggu harus sudah bergabung semua. Bisa Anda berikan kepada saudara, sanak family, teman, kenalan, dan orang-orang yang ANDA INGINKAN HIDUP BAHAGIA. 7.     Bisa juga fotokopi Selebaran yang berisi DATA BARU tersebut, Anda kirimkan via Pos, FAX, atau diletakkan ditempat-tempat umum seperti : ATM (MANDIRI SYARIAH, BRI SYARIAH, MU’AMALAT, ATM BERSAMA, BANK BCA, BANK MANDIRI, BII, BANK BRI, Danamon, CIMB BANK NIAGA, PERMATA, LIPPOBANK, dll), Rumah Sakit, PUSKESMAS, Angkutan Umum, Sekolah, Pasar, Masjid, dll.
JANGAN LUPA UNTUK MENULIS KISAH ANDA DALAM HALAMAN FORUM & KISAH NYATA PADA SITUS INI
Asusmi Jumlah total Yang Anda Terima dalam 4 Minggu adalah :
Minggu I  25 Peserta Baru Anda pada Posisi I  25 X Rp. 20.000,00 Rp.          500.000,00
  Minggu II 25 Peserta di atas mendapat @ 25 Peserta Baru  Anda pindah pada Posisi II 25 X 25 X Rp. 20.000,00   Rp.     12.500.000,00
 
Minggu III
25 Peserta Baru mendapat @ 25 Peserta Berikutnya  Anda pindah pada Posisi III 25 X 25 X 25 X Rp. 20.000,00   Rp.   312.500.000,00
Minggu IV
Proses yang sama berlangsung terus menerus hingga Anda pindah pada Posisi IV  25 X 25 X 25 X 25 X Rp. 20.000,00   Rp. 7.812.500.000,00
POSISI IV tersebut adalah batas akhir kesepakatan Anda, setelah itu Nama & Posisi Anda akan keluar dari Daftar Peserta Program Investasi Sedekah ini. Peserta lain akan menggantikan posisi Anda. Dan Anda pun masih boleh mengikuti Program Investasi Sedekah ini kalau mau, dengan cara : Anda menjadi Peserta Baru lagi. Adil & Fair … bukan ??! Perhatikan seandainya Anda KURANG BERUNTUNG dengan asumsi HANYA mendapat 10% saja dari Jumlah Total Uang pada Minggu IV, maka cepat atau lambat Anda masih mendapat Rp. 312.500.000,00 (Tiga Ratus Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Jumlah uang tersebut tentu saja JAUH LEBIH BESAR dari MODAL AWAL yang telah Anda keluarkan, yaitu : Rp. 80.000,00 + Biaya Fotokopi + Biaya Transportasi atau Biaya Pos atau Biaya FAX. Yakinlah dengan penuh percaya diri, bahwa Anda BISA dan MAMPU untuk MEMPEROLEH LEBIH. Sebagai Upaya menghindari RIBA, sehingga uang yang Anda dapatkan benar-benar HALAL, alangkah baiknya apabila BUNGA Bank TIDAK Anda gunakan. Perbanyaklah Infaq dan Shodaqoh disetiap langkah dalam hari-hari kehidupan Anda !!! DAN JANGAN LUPA KEWAJIBAN ZAKAT ANDA sebesar 2,5%. INGAT : INGAT :  Didalam sebagian rizqi Anda miliki terdapat HAQ orang lain…dimana mungkin Anda adalah salah satu jalan rizqi mereka !!! JIKA ANDA BERHASIL ATAS SEIJIN ALLAH ى لعتو هناحبس, JAUHKAN DIRI DARI SIFAT DAN TINGKAH LAKU RIYA’….ROYAL…. BOROS.  KARENA HARTA YANG ANDA MILIKI SEMATA-MATA ADALAH MILIK & AMANAH DARI ALLAH ى لعتو هناحبس. INGAT : ISLAM  TIDAKLAH MENGENAL HUKUM KARMA, KARENA PRINSIP ISLAM ADALAH HUKUM SEBAB & AKIBAT !!!! BANYAK BELANJAKANLAH HARTA ANDA DI JALAN ALLAH ى لعتو هناحبس. MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT DI DUNIA DAN AKHERAT
  • Sekali lagi, Program Investasi Sedekah ini BUKANLAH PENIPUAN (kriminal) atau REKAYASA, TIDAK ADA : unsur PAKSAAN & PENIPUAN. Dan TIDAK ADA PULA maksud-maksud tertentu.
  • Semua dilakukan atas dasar kesadaran Anda sendiri dengan didasari perasaan IKHLAS, IBADAH, MEMBANTU SESAMA MAKHLUK ciptaan Allah ى لعتو هناحبس. TANPA MELIHAT STATUS SOSIAL.
  • Silahkan Anda ANALISA atau TELITI dari segala ASPEK. Tidak ada masalah didalamnya, tidak ada titik jenuh (stagnant point), tidak ada satu pihak pun yang mengeruk keuntungan sendiri, TIDAK ADA YANG DI DHOLIMI. Semua beralan sewajarnya, fair (adil), etis, dan sangat realistis.
  • ü  Silahkan Anda bandingkan kinerja kerja ini dengan instrumen investasi lain beserta resikonya yang ada di Indonesia saat ini (Deposito, Saham, Obligasi, Reksadana, Future Trading, Stock Index, Property, dll). Apakah cukup dengan modal Rp. 80.000,00 untuk mendapatkan PROFIT/Keuntungan hingga Milyaran Rupiah dengan masa investasi pendek seperti Program Investasi Sedekah ini ????
  • ü  Uang yang Anda dapatkan ini adalah HALAL, karena TIDAK MENIPU dan MERUGIKAN orang lain. Program ini muni SEDEKAH, bukan Arisan Berantai, bukan Money Game, bukan MLM (Multi Level Marketing) atau sejenisnya. Dan sama sekali tidak menjual barang dan produk !!
  • ü   Jika banyak orang Muslim yang mampu secara finasial, dan kemudian mereka pun ikhlas menyedekahkan/menginaqkan hartanya dan menunaikan kewajiban zakatnya….roda perekonomian akan berputar dengan baik, banyak anak yatim, janda duda, dan kaum dhuafa yang terangkat perekonomiannya. Silahkan Anda logika, sangatlah besar bukan MULTIPLIER EFFECT yang akan ditimbulkan bagi AKHLAK dan PEREKONOMIAN di salah satu negeri berpenduduk Islam terbanyak di dunia ini ???!
  • ü  TIdak perlu berfikir dan khawatir orang lain tidak mau bergabung. JANGAN pedulikan orang yang mencibir Anda. Karena Anda sendirilah yang menentukan nasib Anda….Lakukan saja (Just Do It !!!) “Allah ى لعتو هناحبس tidak merubah nasib suatu kaum …. Kecuali kaum itu sendiri yang mau merubahnya. ”
  • ü  Selanjutnya kencangkan ibadah mulai dari sekarang, perbanyaklah berdo’a dan berserah diri kepada Allah ى لعتو هناحبس . Tanamkan niat yang lurus Lillahi Ta’ala, memberi sedekah kepada Saudara-Saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan. Insya Alloh, Allah ى لعتو هناحبس akan melipatgandakan amal kita. Amiin….
  • ü  Dan percayalah bahwa imbalan-Nya akan datang berkali-kali lipat untuk Anda dari Allah ى لعتو هناحبس Yang  Maha Kaya, Yang Maha Pemberi Rizqi…..karena Allah ى لعتو هناحبس lah Yang Maha Mengatur segala urusan makhluk-Nya.
  • ü  Dalam bukunya ‘The Miracle of Giving’, Ustadz Yusuf Mansur menulis : “ Semua ibadah termasuk sedekah untuk tujuan dunia adalah dibenarkan.” (hal. 72). Selam ini kita berdo’a dan beribadah tujuannya adalah meminta dan memohon kebahagiaan DUNIA & AKHERAT kepada Allah ى لعتو هناحبس.
Kita ingin sukses, ingin kaya, ingin sehat, ingin lulus ujian, ingin punya uang 1 Milyar lebih, ingin mobil dan rumah, ingin proyek kita lancer, usaha kita lancar……maka yang HARUS kita lakukan adalah beribadah dan berdo’a, termasuk ikhtiar (usaha), sedekah, menolong dan membantu makhluk ciptaan Allah ى لعتو هناحبس dengan ikhlas dan tanpa pandang bulu.
Pepatah bijak : ”LEBIH BAIK SATU KALI MENCOBA … DARIPADA 1000 KALI MENDENGAR DAN HANYA MENJADI PENDENGAR. “
Selamat Bergabung. والسـلام عليكم ورحمة الله وبركات
Program Investasi ini bukanlah program yang diselenggarakan oleh Bank BRI, melainkan hanya SEBATAS menggunakan FASILITAS ATM (transfer gratis) yang on-line dan tersebar di seluruh Indonesia.  Bila Anda tidak tertarik dengan program ini, maka tolong selebaran ini diserahkan kepada orang lain yang mungkin tertarik untuk mengikuti. Sebab bila selebaran ini hanya sebatas disimpan satau bahkan dibuang, maka akan menghilangkan kesempatan bagi Saudara-Saudara kita yang lain untuk memperbaiki hidupnya. Terimakasih
BACA ARTIKEL SELENKAPNYA DI http://keindahanajaranislam.wordpress.com/